Senin, 12 November 2012

transportasi ikan


JENIS-JENIS TRANSPORTASI IKAN
cara transportasi benih ikan.gif

 












Transportasi ikan segar adalah pengangkutan hasil perikanan segar dengan sarana dan prasarana ke tujuan dengan mempertahankan sifat kesegaran ikan.
Faktor – faktor yang mempengaruhi:
1.      IKAN
Jenis Ikan : Ikan yang hidup pada daerah yang membutuhkan energi tinggi akan lebih cepat menurun kesegarannya.
Ukuran ikan : yang lebih kecil akan cepat mengalami penurunan kesegaran setelah ikan mati.
2.      Lingkungan
Cuaca : ikan yang di tangkap pada daerah yang beriklim tropis (panas) akan lebih lama masa penyimpanannya dibandingkan dengan ikan yang hidup di daerah dingin.
Pencemaran : ikan yang berada pada lingkungan tercemar,saat ikan mati proses pembusukanya akan lebih cepat.

3.      Cara  Panen
Proses pemanenan akan membuat ikan strees dan mengeluarkan energi yang banyak sehingga massa simpan ikan berkurang
Packing ikan segar
                     Packing ikan segar menggunakan kotak stryfoam atau cool box dengan menambahkan es.
Jenis – jenis es yang digunakan :
-          Es batu
-          Es kering (karbondioksida yang dibekukan)
-          Es dari air laut
Semuanya dikombinasikan dengan garam.
Kelebihan packing dengan es batu
1.      Cepat mendinginkan ikan
2.      Harga relatif murah
3.      Tidak berbahaya
4.      Dapat mempertahankan kelembaban
Hal-hal yang perlu diperhatikan                                                                            
1.      Jumlah batu es
2.      Ukuran kristal
Semakin kecil esbatu maka akan semakin cepat mencapai suhu  00C karena luas permukaan tubuh ikan yang bersinggungan dengan es batu makin besar.

·   Cara penyusunan ikan
 










Penyusunan bulking & Penyusunan selving
ü  Jumlah es batu yang digunakan dapat dihitung dengan mengetahui jumlah panas yang dilepas dari tubuh ikan.
ü  Menurut evi eliviawati dan eddy afriyanto(2010) es batu memiliki panas laten sebesar 80 kkal/kg es batu
Artinya: dibutuhkan energi sebesar 80 kkal untuk mencairkan 1kg es batu
ü  Untuk mengetahu jumlah es batu yang diperlukan untuk menurukan suhu dari 300C menjadi 00C pada ikan dengan bobot 100kg  yaitu:
Panas yang dilepas      = bobot x selisih waktu x panas ikan lingkungan spesifikasi ikan
                                    = 100 kg x (300C-00C) x 0,84
                                    = 2520 kkal
Jumlh es yang dibutuhkan
1 kg es =       80 kkal
x  = 2520 kkal
 
    = 31,5 kg
Maka jumlah es batu yang digunakan harus lebih dari 31,5 kg
-          Kelebihan
* Pengangkutan lebih mudah
-          Kelemahan
* kesegaran ikan tidak akan bertahan lama saat ikan dibuka atau terjadi kontak udara karena ikan tidak dalam keadaan hidup lagi.
* nilai jual lebih rendah dari ikan hidup.
Transportasi ikan hidup
                     Pengertian: mengangkut hasil perikanan tangkap maupun hasil budidaya berupa telur, larva, benih, atau uk. Konsumsi dengan menggunakan sarana dan prasarana ketujuan dengan mempertahankan kualitas ikan dan SR tetap tinggi. 
Berdasarkan media pengangkutan:
-          Transportasi basah
-          Transportasi kering

A.    Transportasi basah
                     Media transportasi menggunakan air, prinsipnya membuat ikan nyaman selama pengangkutan sehingga tetap dalam keadaan hidup saat sampai ditujuan.
                     Transportasi sistem basah (menggunakan air sebagai media pengangkutan) terbagi menjadi dua, yaitu :
1)      Sistem Terbuka
                     Pada sistem ini ikan diangkut dalam wadah terbuka atau tertutup tetapi secara terus menerus diberikan aerasi untuk mencukupi kebutuhan oksigen selama pengangkutan. Biasanya sistem ini hanya dilakukan dalam waktu pengangkutan yang tidak lama. Berat ikan yang aman diangkut dalam sistem ini tergantung dari efisiensi sistem aerasi, lama pengangkutan, suhu air, ukuran, serta jenis spesies ikan.
2)      Sistem Tertutup
                     Dengan cara ini ikan diangkut dalam wadah tertutup dengan suplai oksigen secara terbatas yang telah diperhitungkan sesuai kebutuhan selama pengangkutan. Wadah dapat berupa kantong plastik atau kemasan lain yang tertutup.
Faktor-faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan pengangkutan adalah kualitas ikan, oksigen, suhu, pH, CO2, amoniak, kepadatan dan aktivitas ikan (Berka, 1986).
·         Faktor-faktor yang mempengaruhi :
ü  DO ( Disolve Oksigen)
Do merupakan jumlah kelarutan oksigen dalam perairan
-          Semakin banyak jumlah ikan pada suatu tempat pengangkutan maka akan meningkatkan oksigen lebih banyak.
-          Konsumsi oksigen lebih tinggi saat pertama ikan dimasukkan kewadah pengangkutan.
ü  CO2
-    Peningkatan CO2 dapat membahayakan ikan dan merupakan faktor pembatas
-    CO2↑O2↓SR↓
Keadaan ini biasanya terjadi pada akhir  pengangkutan.
-    Ikan akan sulit bernapas apabila CO2 walaupun jumlah DO tinggi.
-     Setiap 1ml o2 yang dikonsumsi akan menghasilkan 0,9ml CO2
ü  pH
-    CO2↑ pH↓ ( menjadi asam) dan perubahan inimembuat keadaan ikan menjadi setres
-    Keadaan ini dapat dinetralkan dengan penambahan buffer
Ex: trishydroxy/methil amino metana dapat digunakan pada air laut ataupun air tawar
ü  Amonia (NH3)
-    Peningkatan amonia oleh aktipitas metabolisme protein, aktivitas bakteri pada sisa pakan.
-    Amonia dapat diturunkan dengan mengurangi laju metabolisme dengan menurunkan suhu dan aktivitas ikan
ü  Suhu
-    Pengangkutan ikan sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau membuat pengangkutan lebih sejuk
-    Dengan peningkatan suhu makan akan meningkatkan aktivitas ikan dan konsumsi oksigen.
ü  Biologi ikan
1.      Ukuran
-          Dipisahkan berdasarkan ukuran ikan agar tidak terjadi persaingan didalam wadah pengangkutan.
2.      Umur ikan


3.      Jenis ikan
-          Jenis ikan akan mempengaruhi pertahanan ikan.
Ada ikan yang lebih tahan dengan kondisi O2.
Ex: labirin pada gurami, sepat
Abborescent pada lele dan gabus.
ü  Jarak tempuh
-          Jarak tempuh akan mempengaruhi kepadatan ikan dalam wadah transportasi.
-           
B.     Transportasi Sistem Kering (Semi Basah)

Pada transportasi sistem kering, media angkut yang digunkan adalah bukan air, Oleh karena itu ikan harus dikondisikan dalam keadaan aktivitas biologis rendah sehingga konsumsi energi dan oksigen juga rendah. Makin rendah metabolisme ikan, terutama jika mencapai basal, makin rendah pula aktivitas dan konsumsi oksigennya sehingga ketahanan hidup ikan untuk diangkut diluar habitatnya makin besar .
Penggunaan transportasi sistem kering dirasakan merupakan cara yang efektif meskipun resiko mortalitasnya cukup besar. Untuk menurunkan aktivitas biologis ikan (pemingsanan ikan) dapat dilakukan dengan menggunkan suhu rendah, menggunakan bahan metabolik atau anestetik, dan arus listrik.
Pada kemasan tanpa air, suhu diatur sedemikian rupa sehingga kecepatan metabolisme ikan berada dalam taraf metabolisme basal, karena pada taraf tersebut, oksigen yang dikonsumsi ikan sangat sedikit sekedar untuk mempertahankan hidup saja. Secara anatomi, pada saat ikan dalam keadaan tanpa air, tutup insangnya masih mangandung air sehingga melalui lapisan inilah oksigen masih diserap .

PEMINGSANAN IKAN
Kondisi pingsan merupakan kondisi tidak sadar yang dihasilkan dari sistem saraf pusat yang mengakibatkan turunnya kepekaan terhadap rangsangan dari luar dan rendahnya respon gerak dari rangsangan tersebut. Pingsan atau mati rasa pada ikan berarti sistem saraf kurang berfungsi ..
Pemingsanan ikan dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu melalui penggunaan suhu rendah, pembiusan menggunakan zat-zat kimia dan penyetruman menggunakan arus listrik.



       1.     Pemingsanan dengan penggunaan  suhu rendah .
Metode pemingsanan dengan penggunaan suhu rendah dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
-          penurunan suhu secara langsung, dimana ikan langsung dimasukan dalam air yang bersuhu 100 – 150C. Sehingga ikan akan pingsan.
-          Penurunan suhu secara bertahap, dimana suhu air sebagai media ikan diturunkan secara bertahap sampai ikan pingsan.
2. Pemingsanan ikan dengan bahan anestasi (bahan pembius)

Bahan anestasi yang dapat digunakan untuk pembiusan ikan adalah :

No
BAHAN
DOSIS
1
MS-222
0.05 mg / l
2
Novacaine
50 mg / kg berat ikan
3
Barbitas sodium
50 mg / kg berat ikan
4
Ammobarbital sodium
85 mg / kg berat ikan
5
Methyl paraphynol (dormisol)
30 mg / l
6
Tertiary amyl alcohol
30 mg / l
7
Choral hydrate
3-3.5 g lt
8
Urethane
100 mg / l
9
Hydroksi quinaldine
1 mg / l
10
Thiouracil
10 mg / l
11
Quinaldine
0.025 mg / l
12
2-Thenoxy ethanol
30 – 40 ml / 100 lt
13
Sodium ammital
52    – 172 mg / l

Selain bahan-bahan anestasi sintetik diatas pembiusan juga dapat dilakukan dengan menggunakan zat  caulerpin  dan caulerpicin yang berasal dari ekstrak rumput laut Caulerpa sp.
Pembiusan  ikan dikatakan berhasil bila memenuhi tiga kriteria, yaitu :
ü  Induksi bahan pembius dalam tubuh ikan terjadi dalam waktu tiga menit atau kurang, sehingga ikan lebih mudah ditangani.
ü  Kepulihan ikan sampai gerakan renangnya kembali normal membutuhkan waktu kurang dari 10 menit.
ü  Tidak ditemukan adanya kematian ikan selama 15 menit setelah pembongkaran
-           
Proses pembiusan ikan meliputi 3 tahap yaitu :
1.       Berpindahnya bahan pembius dari lingkungan ke dalam muara pernapasan organisme
2.       Difusi membran dalam tubuh yang menyebabkan terjadinya penyerapan bahan pembius ke dalam darah.
3.       Sirkulasi darah dan difusi jaringan menyebarkan subtansi ke seluruh tubuh. Kecepatan distribusi dan penyerapan oleh sel bergantung pada persediaan darah dan kandungan lemak pada setiap jaringan sehingga bahan anestasi juga harus mudah larut dalam air dan lemak.

3. Pemingsanan Ikan dengan Arus Listrik
Arus listrik yang aman digunakan untuk pemingsanan ikan adalah yang mempunyai daya 12 volt, karena pada 12 Volt ikan mengalami keadaan pingsan lebih cepat dan tingkat kesadaran setelah pingsan juga cepat.

PENGEMASAN
Pada pengangkutan kering diperlukan media pengisi sebagai pengganti air. Menurut Wibowo (1993), yang dimaksud dengan bahan pengisi dalam pengangkutan ikan hidup adalah bahan yang dapat ditempatkan diantara ikan hidup dalam kemasan untuk menahan ikan dalam posisinya. Selanjutnya disebutkan bahwa bahan pengisi memiliki fungsi antara lain mampu manahan ikan agar tidak bergeser dalam kemasan, menjaga lingkungan suhu rendah agar ikan tetap hidup serta memberi lingkungan udara dan kelembaban memadai untuk kelangsungan hidupnya.
Media pengisi yang sering digunakan dalam pengemasan adalah serbuk gergaji, serutan kayu, serta kertas koran atau bahan karung goni. Namun penggunaan karung goni sudah tidak digunakan karena hasilnya kurang baik. Jenis serbuk gergaji atau serutan kayu yang digunakan tidak spesifik, tergantung bahan yang tersedia.Dari bahan pengisi yaitu sekam padi, serbuk gergaji, dan rumput laut , menururt Wibowo (1993) ternyata sekam padi dan serbuk gergaji merupakan bahan pengisi terbaik karena memiliki karakteristik, yaitu :
-          Berongga
-          Mempunyai kapasitas dingin yang memada
-          Tidak beracun, dan
-          Memberikan RH tinggi.
Media serbuk gergaji memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan jenis media lainnya. Keunggulan tersebut terutama pada suhu. Serbuk gergaji mampu mempertahankan suhu rendah lebih lama yaitu 9 jam tanpa bantuan es dan tanpa beban di dalamnya. Sedangkan rumput laut kurang efektif karena menimbulkan lendir dan bau basi selama digunakan

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TRANSPORTASI
·         Cara Panen
-    Ketika akan memanen ikan harus dilakukan dengan hati-hati, sehingga tidak menurunkan mutu ikan.
-    Alat tangkap atau alat panen yang dapat melukai ikan makaakan menurunkan nilai ekonomis ikan.
-    Ikan yang ditangkap dengan menggunakan bubu tingkat stres ikan lebih kecil.
-    Ketika ikan terluka maka akan membuat ikan stres untuk pengangkutan ikan hidup. Sedangkan pengangkutan ikan segar mutu keegaran ikan akan cepat menurun jika terdapat luka atau memar pada tubuh ikan.
-    Panen ikan sebaiknya dilakukan pada pagi hari agar mngurangi tingkat stres ikan.
·         Jarak Tempuh Pengangkutan
-    Jarak tempuh dan lama perjalanan akan mempengaruhi:
1.      Cara pengepakan ikan.
2.      Jumlah es batu yang digunakan.
3.      Jenis pengangkutan ikan (terbuka atau tertutup)

·         Faktor lingkungan
1.      Suhu lingkungan
-    Peningkatan temperatur akan meningkatkan aktivitas tubuh ikan sehingga akan mengeluarkan banyak energi dan tingkat setres ikan
-    Peningkatan suhu akan menningkatkan kerja enzim. Dan mempercepat proses pembusukan ikan segar
2.      Sanitasi
-          Lingkungan hidup ikan akan mempengaruhi aroma ikan yang akan mempengaruhi nilai ekonomis ikan. Misalnya: bau lumpur pada ikan bandeng. Dapat dihilangkan dengan memelihara ikan terlebih dahulu pada bak dengan air mengalir selama beberapa hari.
-          Pada ikan segar, ikan yang ditangkap dan diperoleh pada lingkungan yang tercemar akan mengalami penurunan kesegaran lebih cepat karena sjumlah mikroba lebih banyak.
-          Masa penyimpanan ikan juga akan lebih cepat.
-          Ikan yang telah disiangi memiliki waktusimpan yang lebih lama
·         Faktor biologi
1.      Jenis ikan
-          Jenis ikan palegis( hidup dipermukaan) aktivitasnya lebih banyak sehingga ketika ikan diangkut dalam keadaan mati atau segar akan lebih cepat mengalami penurunan kualitas dibanding ikan demersal.
-          Ikan  dengan kandungan lemak tinggi juga akan cepat mengalami penurunan mutu
-          Pada transportasi ikan hidup ikan yang memiliki alat pernafasan tambahan akan lebih tahan terhadap setres karena tahan terhadap penurunan oksigen.
2.      Ukuran ikan
-          Pada transfortasi ikan hidup, ikan berukuran kecil lebih rentan terhadap setres( kecuali setadia D0 - D10
-          Ikan kecil lebih banyak membutuhkan oksigen pada saat melakukan pengangkutan karena aktivitas lebihbanyak dibandingkan ikan berukuran besar
-          Untuk ikan segar, ikan yang beru `kuran lebih besar mampu mempertahankan kesegaran lebih lama dibandingkan ikan berukuran kecil karena dalam bobot yang sama ikan bisa memiliki luas permukaan lebih kecil dibandingkan ikan-ikan kecil sehingga kontak antara ikan lebih kecil.






Prosedur Packing
Penangan pratransportasi
1.      Panen
-    Pada pagi hari
-    Menggunakan alat yang ramah untuk ikan
-    Pemindahan dari air ke air
2.      Greding/sortasi
-    Pemeliharaan sesuai dengan jenis dan ukuran
3.      Treatment
-    Perendaman dalam obat-obatan tertentu untuk menghindari penyakit-penyakit tertentu! (herbal dan kimia)
4.      Pemberontakan/ pemusnahan di air yang mengalir max 24 jam






2 komentar:

  1. daftar pustaka nya tolong d lampirkan ya coy
    thank's

    BalasHapus
  2. Kak, punya rekomandasi jual display cooler gak? yang bisa mendinginkan ikan :D

    BalasHapus