JENIS-JENIS
TRANSPORTASI IKAN

Transportasi
ikan segar adalah pengangkutan hasil perikanan segar dengan sarana dan
prasarana ke tujuan dengan mempertahankan sifat kesegaran ikan.
Faktor
– faktor yang mempengaruhi:
1. IKAN
Jenis
Ikan : Ikan yang hidup pada daerah yang membutuhkan energi tinggi akan lebih
cepat menurun kesegarannya.
Ukuran
ikan : yang lebih kecil akan cepat mengalami penurunan kesegaran setelah ikan
mati.
2. Lingkungan
Cuaca
: ikan yang di tangkap pada daerah yang beriklim tropis (panas) akan lebih lama
masa penyimpanannya dibandingkan dengan ikan yang hidup di daerah dingin.
Pencemaran
: ikan yang berada pada lingkungan tercemar,saat ikan mati proses pembusukanya
akan lebih cepat.
3. Cara Panen
Proses
pemanenan akan membuat ikan strees dan mengeluarkan energi yang banyak sehingga
massa simpan ikan berkurang
Packing
ikan segar
Packing ikan segar
menggunakan kotak stryfoam atau cool box dengan menambahkan es.
Jenis
– jenis es yang digunakan :
-
Es batu
-
Es kering (karbondioksida yang dibekukan)
-
Es dari air laut
Semuanya
dikombinasikan dengan garam.
Kelebihan
packing dengan es batu
1. Cepat
mendinginkan ikan
2. Harga
relatif murah
3. Tidak
berbahaya
4. Dapat
mempertahankan kelembaban
Hal-hal
yang perlu diperhatikan
1. Jumlah
batu es
2. Ukuran
kristal
Semakin
kecil esbatu maka akan semakin cepat mencapai suhu 00C karena luas permukaan tubuh
ikan yang bersinggungan dengan es batu makin besar.
·
Cara penyusunan ikan
Cara penyusunan ikan
Penyusunan
bulking & Penyusunan selving
ü Jumlah
es batu yang digunakan dapat dihitung dengan mengetahui jumlah panas yang
dilepas dari tubuh ikan.
ü Menurut
evi eliviawati dan eddy afriyanto(2010) es batu memiliki panas laten sebesar 80
kkal/kg es batu
Artinya:
dibutuhkan energi sebesar 80 kkal untuk mencairkan 1kg es batu
ü Untuk
mengetahu jumlah es batu yang diperlukan untuk menurukan suhu dari 300C
menjadi 00C pada ikan dengan bobot 100kg yaitu:
Panas
yang dilepas = bobot x selisih waktu
x panas ikan lingkungan spesifikasi ikan
= 100 kg x (300C-00C)
x 0,84
= 2520 kkal
Jumlh
es yang dibutuhkan
1
kg es = 80 kkal
x = 2520 kkal
= 31,5 kg
Maka
jumlah es batu yang digunakan harus lebih dari 31,5 kg
-
Kelebihan
* Pengangkutan lebih
mudah
-
Kelemahan
* kesegaran ikan tidak
akan bertahan lama saat ikan dibuka atau terjadi kontak udara karena ikan tidak
dalam keadaan hidup lagi.
* nilai jual lebih rendah dari ikan
hidup.
Transportasi
ikan hidup
Pengertian:
mengangkut hasil perikanan tangkap maupun hasil budidaya berupa telur, larva,
benih, atau uk. Konsumsi dengan menggunakan sarana dan prasarana ketujuan
dengan mempertahankan kualitas ikan dan SR tetap tinggi.
Berdasarkan
media pengangkutan:
-
Transportasi basah
-
Transportasi kering
A. Transportasi
basah
Media transportasi
menggunakan air, prinsipnya membuat ikan nyaman selama pengangkutan sehingga
tetap dalam keadaan hidup saat sampai ditujuan.
Transportasi
sistem basah (menggunakan air sebagai media pengangkutan) terbagi menjadi dua,
yaitu :
1)
Sistem Terbuka
Pada sistem ini ikan diangkut dalam
wadah terbuka atau tertutup tetapi secara terus menerus diberikan aerasi untuk
mencukupi kebutuhan oksigen selama pengangkutan. Biasanya sistem ini hanya
dilakukan dalam waktu pengangkutan yang tidak lama. Berat ikan yang aman
diangkut dalam sistem ini tergantung dari efisiensi sistem aerasi, lama
pengangkutan, suhu air, ukuran, serta jenis spesies ikan.
2) Sistem
Tertutup
Dengan cara ini ikan diangkut dalam wadah
tertutup dengan suplai oksigen secara terbatas yang telah diperhitungkan sesuai
kebutuhan selama pengangkutan. Wadah dapat berupa kantong plastik atau kemasan
lain yang tertutup.
Faktor-faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan
pengangkutan adalah kualitas ikan, oksigen, suhu, pH, CO2, amoniak,
kepadatan dan aktivitas ikan (Berka, 1986).
·
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
ü DO
( Disolve Oksigen)
Do
merupakan jumlah kelarutan oksigen dalam perairan
-
Semakin banyak jumlah ikan pada suatu
tempat pengangkutan maka akan meningkatkan oksigen lebih banyak.
-
Konsumsi oksigen lebih tinggi saat
pertama ikan dimasukkan kewadah pengangkutan.
ü CO2
-
Peningkatan CO2 dapat
membahayakan ikan dan merupakan faktor pembatas
-
CO2↑O2↓SR↓
Keadaan ini biasanya
terjadi pada akhir pengangkutan.
-
Ikan akan sulit bernapas apabila CO2
walaupun jumlah DO tinggi.
-
Setiap 1ml o2 yang dikonsumsi akan
menghasilkan 0,9ml CO2
ü pH
-
CO2↑ pH↓ ( menjadi asam) dan
perubahan inimembuat keadaan ikan menjadi setres
-
Keadaan ini dapat dinetralkan dengan
penambahan buffer
Ex: trishydroxy/methil
amino metana dapat digunakan pada air laut ataupun air tawar
ü Amonia
(NH3)
-
Peningkatan amonia oleh aktipitas
metabolisme protein, aktivitas bakteri pada sisa pakan.
-
Amonia dapat diturunkan dengan
mengurangi laju metabolisme dengan menurunkan suhu dan aktivitas ikan
ü Suhu
-
Pengangkutan ikan sebaiknya dilakukan
pada pagi hari atau membuat pengangkutan lebih sejuk
-
Dengan peningkatan suhu makan akan
meningkatkan aktivitas ikan dan konsumsi oksigen.
ü Biologi
ikan
1.
Ukuran
-
Dipisahkan berdasarkan ukuran ikan agar
tidak terjadi persaingan didalam wadah pengangkutan.
2. Umur
ikan
3.
Jenis ikan
-
Jenis ikan akan mempengaruhi pertahanan
ikan.
Ada ikan yang lebih
tahan dengan kondisi O2.
Ex: labirin pada
gurami, sepat
Abborescent pada lele
dan gabus.
ü Jarak
tempuh
-
Jarak tempuh akan mempengaruhi kepadatan
ikan dalam wadah transportasi.
-
B. Transportasi Sistem Kering (Semi Basah)
Pada transportasi sistem kering, media angkut yang
digunkan adalah bukan air, Oleh karena itu ikan harus dikondisikan dalam
keadaan aktivitas biologis rendah sehingga konsumsi energi dan oksigen juga
rendah. Makin rendah metabolisme ikan, terutama jika mencapai basal, makin
rendah pula aktivitas dan konsumsi oksigennya sehingga ketahanan hidup ikan
untuk diangkut diluar habitatnya makin besar .
Penggunaan transportasi sistem
kering dirasakan merupakan cara yang efektif meskipun resiko mortalitasnya
cukup besar. Untuk menurunkan aktivitas biologis ikan (pemingsanan ikan) dapat
dilakukan dengan menggunkan suhu rendah,
menggunakan bahan metabolik atau
anestetik, dan arus listrik.
Pada kemasan tanpa air, suhu diatur
sedemikian rupa sehingga kecepatan metabolisme ikan berada dalam taraf
metabolisme basal, karena pada taraf tersebut, oksigen yang dikonsumsi ikan
sangat sedikit sekedar untuk mempertahankan hidup saja. Secara anatomi, pada
saat ikan dalam keadaan tanpa air, tutup insangnya masih mangandung air
sehingga melalui lapisan inilah oksigen masih diserap .
PEMINGSANAN IKAN
Kondisi pingsan merupakan kondisi
tidak sadar yang dihasilkan dari sistem saraf pusat yang mengakibatkan turunnya
kepekaan terhadap rangsangan dari luar dan rendahnya respon gerak dari
rangsangan tersebut. Pingsan atau mati rasa pada ikan berarti sistem saraf kurang
berfungsi ..
Pemingsanan ikan dapat dilakukan
dengan tiga cara yaitu melalui penggunaan suhu rendah, pembiusan menggunakan
zat-zat kimia dan penyetruman menggunakan arus listrik.
1. Pemingsanan dengan penggunaan suhu rendah .
Metode pemingsanan dengan penggunaan suhu rendah dapat
dilakukan dengan dua cara yaitu :
-
penurunan suhu secara langsung, dimana ikan langsung dimasukan dalam air
yang bersuhu 100 – 150C. Sehingga ikan akan pingsan.
-
Penurunan suhu secara bertahap, dimana suhu air
sebagai media ikan diturunkan secara bertahap sampai ikan pingsan.
2.
Pemingsanan ikan dengan bahan anestasi (bahan pembius)
Bahan anestasi yang dapat digunakan untuk pembiusan
ikan adalah :
|
No
|
BAHAN
|
DOSIS
|
|
1
|
MS-222
|
0.05 mg / l
|
|
2
|
Novacaine
|
50 mg / kg berat ikan
|
|
3
|
Barbitas sodium
|
50 mg / kg berat ikan
|
|
4
|
Ammobarbital sodium
|
85 mg / kg berat ikan
|
|
5
|
Methyl paraphynol (dormisol)
|
30 mg / l
|
|
6
|
Tertiary amyl alcohol
|
30 mg / l
|
|
7
|
Choral hydrate
|
3-3.5 g lt
|
|
8
|
Urethane
|
100 mg / l
|
|
9
|
Hydroksi quinaldine
|
1 mg / l
|
|
10
|
Thiouracil
|
10 mg / l
|
|
11
|
Quinaldine
|
0.025 mg / l
|
|
12
|
2-Thenoxy ethanol
|
30 – 40 ml / 100 lt
|
|
13
|
Sodium ammital
|
52 – 172 mg /
l
|
Selain
bahan-bahan anestasi sintetik diatas pembiusan juga dapat dilakukan dengan
menggunakan zat caulerpin
dan caulerpicin yang berasal
dari ekstrak rumput laut Caulerpa sp.
Pembiusan ikan dikatakan berhasil bila memenuhi tiga
kriteria, yaitu :
ü Induksi
bahan pembius dalam tubuh ikan terjadi dalam waktu tiga menit atau kurang,
sehingga ikan lebih mudah ditangani.
ü Kepulihan
ikan sampai gerakan renangnya kembali normal membutuhkan waktu kurang dari 10
menit.
ü Tidak
ditemukan adanya kematian ikan selama 15 menit setelah pembongkaran
-
Proses
pembiusan ikan meliputi 3 tahap yaitu :
1.
Berpindahnya
bahan pembius dari lingkungan ke dalam muara pernapasan organisme
2.
Difusi
membran dalam tubuh yang menyebabkan terjadinya penyerapan bahan pembius ke
dalam darah.
3.
Sirkulasi
darah dan difusi jaringan menyebarkan subtansi ke seluruh tubuh. Kecepatan
distribusi dan penyerapan oleh sel bergantung pada persediaan darah dan
kandungan lemak pada setiap jaringan sehingga bahan anestasi juga harus mudah
larut dalam air dan lemak.
3. Pemingsanan Ikan dengan Arus Listrik
Arus listrik yang aman digunakan
untuk pemingsanan ikan adalah yang mempunyai daya 12 volt, karena pada 12 Volt
ikan mengalami keadaan pingsan lebih cepat dan tingkat kesadaran setelah
pingsan juga cepat.
PENGEMASAN
Pada pengangkutan kering diperlukan media pengisi
sebagai pengganti air. Menurut Wibowo (1993), yang dimaksud dengan bahan
pengisi dalam pengangkutan ikan hidup adalah bahan yang dapat ditempatkan
diantara ikan hidup dalam kemasan untuk menahan ikan dalam posisinya.
Selanjutnya disebutkan bahwa bahan pengisi memiliki fungsi antara lain mampu
manahan ikan agar tidak bergeser dalam kemasan, menjaga lingkungan suhu rendah
agar ikan tetap hidup serta memberi lingkungan udara dan kelembaban memadai
untuk kelangsungan hidupnya.
Media pengisi yang sering digunakan
dalam pengemasan adalah serbuk gergaji, serutan kayu, serta kertas koran atau
bahan karung goni. Namun penggunaan karung goni sudah tidak digunakan karena
hasilnya kurang baik. Jenis serbuk gergaji atau serutan kayu yang digunakan
tidak spesifik, tergantung bahan yang tersedia.Dari bahan pengisi yaitu sekam
padi, serbuk gergaji, dan rumput laut , menururt Wibowo (1993) ternyata sekam
padi dan serbuk gergaji merupakan bahan pengisi terbaik karena memiliki
karakteristik, yaitu :
-
Berongga
-
Mempunyai kapasitas dingin yang memada
-
Tidak beracun, dan
-
Memberikan RH tinggi.
Media serbuk gergaji memiliki
beberapa keunggulan dibandingkan dengan jenis media lainnya. Keunggulan
tersebut terutama pada suhu. Serbuk gergaji mampu mempertahankan suhu rendah
lebih lama yaitu 9 jam tanpa bantuan es dan tanpa beban di dalamnya. Sedangkan
rumput laut kurang efektif karena menimbulkan lendir dan bau basi selama
digunakan
FAKTOR
– FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TRANSPORTASI
·
Cara Panen
-
Ketika akan memanen ikan harus dilakukan
dengan hati-hati, sehingga tidak menurunkan mutu ikan.
-
Alat tangkap atau alat panen yang dapat
melukai ikan makaakan menurunkan nilai ekonomis ikan.
-
Ikan yang ditangkap dengan menggunakan
bubu tingkat stres ikan lebih kecil.
-
Ketika ikan terluka maka akan membuat
ikan stres untuk pengangkutan ikan hidup. Sedangkan pengangkutan ikan segar
mutu keegaran ikan akan cepat menurun jika terdapat luka atau memar pada tubuh
ikan.
-
Panen ikan sebaiknya dilakukan pada pagi
hari agar mngurangi tingkat stres ikan.
·
Jarak Tempuh Pengangkutan
-
Jarak tempuh dan lama perjalanan akan
mempengaruhi:
1.
Cara pengepakan ikan.
2.
Jumlah es batu yang digunakan.
3.
Jenis pengangkutan ikan (terbuka atau
tertutup)
·
Faktor lingkungan
1.
Suhu lingkungan
-
Peningkatan temperatur akan meningkatkan
aktivitas tubuh ikan sehingga akan mengeluarkan banyak energi dan tingkat
setres ikan
-
Peningkatan suhu akan menningkatkan
kerja enzim. Dan mempercepat proses pembusukan ikan segar
2.
Sanitasi
-
Lingkungan hidup ikan akan mempengaruhi
aroma ikan yang akan mempengaruhi nilai ekonomis ikan. Misalnya: bau lumpur
pada ikan bandeng. Dapat dihilangkan dengan memelihara ikan terlebih dahulu
pada bak dengan air mengalir selama beberapa hari.
-
Pada ikan segar, ikan yang ditangkap dan
diperoleh pada lingkungan yang tercemar akan mengalami penurunan kesegaran
lebih cepat karena sjumlah mikroba lebih banyak.
-
Masa penyimpanan ikan juga akan lebih
cepat.
-
Ikan yang telah disiangi memiliki
waktusimpan yang lebih lama
·
Faktor biologi
1.
Jenis ikan
-
Jenis ikan palegis( hidup dipermukaan)
aktivitasnya lebih banyak sehingga ketika ikan diangkut dalam keadaan mati atau
segar akan lebih cepat mengalami penurunan kualitas dibanding ikan demersal.
-
Ikan
dengan kandungan lemak tinggi juga akan cepat mengalami penurunan mutu
-
Pada transportasi ikan hidup ikan yang
memiliki alat pernafasan tambahan akan lebih tahan terhadap setres karena tahan
terhadap penurunan oksigen.
2.
Ukuran ikan
-
Pada transfortasi ikan hidup, ikan
berukuran kecil lebih rentan terhadap setres( kecuali setadia D0 - D10
-
Ikan kecil lebih banyak membutuhkan
oksigen pada saat melakukan pengangkutan karena aktivitas lebihbanyak
dibandingkan ikan berukuran besar
-
Untuk ikan segar, ikan yang beru `kuran
lebih besar mampu mempertahankan kesegaran lebih lama dibandingkan ikan
berukuran kecil karena dalam bobot yang sama ikan bisa memiliki luas permukaan
lebih kecil dibandingkan ikan-ikan kecil sehingga kontak antara ikan lebih
kecil.
Prosedur Packing
Penangan
pratransportasi
1. Panen
-
Pada pagi hari
-
Menggunakan alat yang ramah untuk ikan
-
Pemindahan dari air ke air
2. Greding/sortasi
-
Pemeliharaan sesuai dengan jenis dan
ukuran
3. Treatment
-
Perendaman dalam obat-obatan tertentu
untuk menghindari penyakit-penyakit tertentu! (herbal dan kimia)
4. Pemberontakan/
pemusnahan di air yang mengalir max 24 jam


daftar pustaka nya tolong d lampirkan ya coy
BalasHapusthank's
Kak, punya rekomandasi jual display cooler gak? yang bisa mendinginkan ikan :D
BalasHapus